EnglishIndonesia

Berita Terkini

23
Dec

Bantuan Presiden untuk Sekolah Tanpa Toilet

presiden

“Pipisnya jangan di situ dek. Terus anaknya balik bertanya, terus di mana bu? Nah, di situ saya merasa bingung (karena tidak ada Toilet), Pak.” ujar Neneng Rohayati, Kepala Sekolah SDN Tambilung kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Kabupaten Bogor. Raut sedihnya tidak bisa disembunyikan. Beberapa menit kemudian Bu Neneng pingsan. Diagnosis dokter menyatakan kalau Bu Neneng mengalami pendarahan otak.

Meski belum bisa banyak bicara, Bu Neneng menitip pesan pada KOPEL –Mitra YAPPIKA-ActionAid di Kabupaten Bogor, “aspirasi sekolah kami tolong dikawal Pak realisasinya.” Dalam proses penyembuhannya, Bu Neneng mendapatkan kabar bahagia. Pada  29 November 2016, SDN Tambilung dan SDN Leuwibatu 01 yang sama-sama didampingi oleh YAPPIKA-ActionAid bersama KOPEL, mendapatkan bantuan dari Presiden RI, Bapak Joko Widodo, untuk pembangunan toilet di sekolah mereka. Kampanye #SekolahAman di media massa ternyata sampai ke telinga Presiden.

 

Cerita Sekolah Tanpa Toilet

SDN Tambilung berada di Desa Cidokom, Kecamatan Rumpin. Karena keterbatasan lahan, mereka hanya memiliki 3 ruang kelas untuk 6 rombongan belajar. Ruang guru digabung dengan salah satu ruang kelas. Toilet mereka pun dibongkar untuk dijadikan gudang dan ruang kepala sekolah. Siswa SDN Tambilung pun biasanya pulang ke rumah jika rumahnya dekat untuk buang air. Atau jika sudah tidak dapat ditahan, mereka buang air di sungai.

presiden-2

Masih di Kecamatan Rumpin, tidak jauh dari SDN Tambilung, ada SDN Leuwibatu 01 di Desa Leuwibatu yang juga tidak memiliki toilet. Siswa biasanya buang air di sungai belakang sekolah yang banyak nyamuk serta tentunya tidak terjamin kebersihannya.

Selain tidak punya toilet, SDN Leuwibatu 01 juga belum dipasang listrik dan letaknya agak terpencil karena harus masuk ke kebun warga. Jalan menujunya juga menanjak dan sebelum ada Pertemuan Konstituen di sana, jalan setapak menuju SDN Leuwibatu 01 hanya tanah merah yang licin ketika hujan turun. Karena takut jatuh, beberapa siswa terpaksa melepas sepatu mereka saat berangkat dan pulang sekolah. Belum lagi, ruang kelas 5 yang sudah rusak dan juga bocor ketika hujan. Pada 17 Oktober 2016, atap ruang guru SDN Leuwibatu 01 juga roboh. Beruntung, hal tersebut terjadi saat akhir pekan dan tidak ada orang di ruangan tersebut.

presiden-3

Berkat kampanye yang dilakukan oleh YAPPIKA-ActionAid bersama dengan KOPEL di media massa, kabar tentang kondisi SDN Tambilung dan SDN Leuwibatu 01 sampai di telinga Presiden RI. Menurut Bu Yola, utusan Presiden dari Sekretariat Kabinet, Presiden membaca berita tentang 2 SD tersebut dan memerintahkan dirinya dan seorang rekannya untuk melakukan survei. Setelah survei dilakukan, pada 29 November 2016, bantuan sebesar Rp 90 juta untuk pembangunan toilet pun diberikan kepada SDN Tambilung dan bantu sebesar Rp 164 juta untuk pembangunan toilet, pemasangan listrik, dan pembangunan ruang serba guna juga diberikan kepada SDN Leuwibatu 01. Alokasi keduanya berasal dari dana operasional Presiden yang akan dipertanggungjawabkan kepada Kementerian Sekretariat Negera pada akhir Desember 2016.

Bantuan dari Presiden untuk pembangunan toilet di SDN Tambilung dan SDN Leuwibatu 01 tentu saja kabar bahagia. Siswa-siswa di sana kini bisa buang air di tempat yang lebih bersih. Namun, persoalan kurang ruang kelas di SDN Tambilung dan ruang kelas serta ruang guru yang rusak di SDN Leuwibatu 01 belum selesai. Komitmen Pemkab Bogor untuk mengalokasikannya pada tahun 2017 akan terus dikawal oleh YAPPIKA-ActionAid dan KOPEL.