EnglishIndonesia
Masnun Ingin Tetap Sekolah!
08
Aug

Masnun takut tidak lagi bisa bersekolah jika gedung sekolahnya yang sudah ringkih itu roboh. Lebih buruk lagi, gedung sekolah itu juga bisa mengancam nyawanya. Setiap harinya. Selama 4 tahun ke depan.

Masnun (7) adalah siswa kelas 2 SD Sampang di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Harus menempuh waktu 30 menit jika berjalan kaki, Masnun juga menggunakan fasilitas antar jemput yang disediakan sekolah. 2 tahun lalu, sekolah bahkan menyediakan ongkos transportasi kepada orang tua Masnun dan orang tua siswa baru lainnya. Dengan gedung sekolah yang sangat tidak memadai, sekolah harus mengupayakan berbagai cara untuk “merayu” orang tua. Meski begitu, total siswa di SD Sampang kini masih tetap sedikit, hanya 45 siswa.

Masnun merasa tidak nyaman, “sekolahnya kotor, bocor, bau.” Lebih dari itu, Masnun pun merasa tidak aman, “takut roboh,” ucapnya.

Masnun merasa takut karena plafon salah satu ruang kelas di SD Sampang memang pernah jatuh. Beruntung, saat itu tidak korban. Karena itu juga, Dinas Pendidikan Kabupaten Serang masih menutup mata dan telinga. Bahaya itu belum terbukti kalau belum ada korban jiwa atau luka.

Masnun ingin sekali sekolahnya diperbaiki. Namun, Masnun tidak cukup berani untuk mengatakannya, pada kepala sekolah apalagi pemerintah yang nun jauh di sana. Akan tetapi, satu hal yang pasti, Masnun ingin tetap sekolah. Masnun tetap ingin mengejar cita-citanya: menjadi seorang polisi.

Dukung YAPPIKA untuk membantu Masnun tetap bisa bersekolah dengan aman dan nyaman!

Satu-satunya cara untuk membuat perubahan menjadi nyata adalah dengan bertindak!

Haruskah sekolah menjadi pertaruhan hidup dan mati?

DONASITANDA TANGAN PETISI