Updates

25
Oct

2 Sekolah Rusak Dampingan di Serang Sudah Mulai Direhab

irfan-sekolah-rusak

Irfan (10) sebentar lagi akan bisa belajar dengan aman dan nyaman. Siswa kelas 5 SD Sampang di Kabupaten Serang, Banten tersebut adalah salah satu dari 56 anak di SD Sampang dan 266 anak di SD Periuk yang berhasil diselamatkan dari ancaman sekolah roboh.

Perjuangan YAPPIKA-ActionAid, PATTIRO Banten, dan Komunitas Sekolah yang didampingi di Kabupaten Serang mulai membuahkan hasil. SD Sampang dan SD Periuk, dua sekolah yang didampingi sudah mulai direhab pada tahun ini. Meskipun begitu, perjuangan masih panjang. Masih banyak Irfan-Irfan lain yang hanya bisa diselamatkan jika anggaran untuk rehab di Kabupaten Serang ditingkatkan dan penyalurannya lebih tepat sasaran.

YAPPIKA-ActionAid dan PATTIRO Banten memulai perjuangan ini dengan mengumpulkan berbagai data untuk membuktikan urgennya persoalan sekolah rusak dan rekomendasi solusi yang tepat. Temuan-temuan itulah yang kemudian disampaikan dalam Kunjungan Media ke Kabar Banten dan Radar Banten. Hasilnya luar biasa: selama 4 hari berturut-turut pemberitaan di dua media lokal terbesar di Banten tersebut selalu mengangkat isu tentang sekolah rusak yang didorong oleh YAPPIKA-ActionAid dan PATTIRO Banten. Berita berikut ini salah satunya .

berita-sd-sampang

Setelah terus muncul di pemberitaan, Pemerintah Daerah (Pemda) akhirnya mau membuka mata dan telinganya. Bupati Serang mengatakan akan langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) untuk menindaklanjuti pemberitaan tentang sekolah rusak dan mengatakan bahwa persoalan sekolah rusak adalah prioritas Pemda. Setelah dipanggil, Kadisdikbud Kabupaten Serang pun langsung memerintahkan kepala seksi untuk melakukan pengecekan lapangan ke SD Sampang dan SD Periuk.

respon-bupati-serang

Di saat yang sama, YAPPIKA-ActionAid dan PATTIRO Banten juga melakukan pemberdayaan komunitas sekolah di SD Sampang dan SD Periuk yang melibatkan total 31 orang yang terdiri berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua murid, hingga pemerintah desa. Melalui pemberdayaan tersebut, komunitas sekolah didorong untuk mampu menyampaikan persoalan-persoalan mereka kepada pembuat kebijakan dan memperjuangkan penyelesaiannya bersama-sama.

Akhirnya SD Sampang mendapatkan alokasi rehab dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setelah Disdikbud Kabupaten Serang mengajukannya. Adapun alokasi rehab untuk SD Periuk sebenarnya sudah ada di APBD 2015, namun terus tertunda karena gagal lelang, akhirnya direalisasikan. Proses pembangunan di SD Periuk dan Sampang  sudah dimulai. SDN Periuk mulai direhab pada hari rabu (12 Okt 2016). SDN Sampang mulai direhab pada hari minggu (30 Okt 2016)

YAPPIKA-ActionAid dan PATTIRO Banten akan terus mendorong peningkatan alokasi anggaran untuk rehab sekolah dan perbaikan tata kelolanya dengan cara menyampaikan temuan-temuan yang dikemas dalam bentuk usulan kebijakan (policy brief) kepada pembuat kebijakan. Pada selasa (4/10), YAPPIKA-ActionAid dan PATTIRO Banten telah berhasil menyampaikan usulan kebijakan tersebut kepada Wakil Bupati Serang. Berikutnya, usulan kebijakan tersebut juga akan disampaikan kepada Disdikbud dan DPRD Kabupaten Serang serta bersama-sama Komunitas Sekolah terlibat dalam proses pembahasan RAPBD 2017.

penyerahan-policy-brief-serang