EnglishIndonesia

Berita Terkini

10
May

MEMBUMIKAN INDEKS MASYARAKAT SIPIL

YAPPIKA dengan
dukungan program ACCESS Fase II mengembangkan Indeks Masyarakat Sipil (IMS) yang
diadaptasi dari CIVICUS untuk mengukur kesehatan masyarakat sipil
kabupaten/kota tingkat kabupaten/kota. Instrumen dan hasil pengukuran pada
tahun 2009 di 16 kabupaten, digunakan sebagai salah satu alat untuk mendorong
pencapaian visi kabupaten yang digerakkan oleh sebuah tim IMS di masing-masing
kabupaten. Indikator-indikator IMS yang masuk kategori kuat dan lemah di
masing-masing kabupaten tersebut, dikemas dalam konteks kekinian pada tahun
2010 untuk keperluan sosialisasi kepada para pihak yang dianggap berperan
penting/strategis dalam pencapaian visi kabupaten/kota. Ini adalah upaya untuk
mewujudkan IMS sebagai instrumen riset sekaligus dapat digunakan sebagai basis
data untuk pengembangan peran-peran masyarakat sipil dalam berkontribusi
terhadap pencapaian visi kabupaten/kota. Refleksi atas kerja-kerja tersebut
pada satu tahun terakhir ini dilakukan oleh tim penggerak IMS dari 16
kabupaten/kota pada tanggal 26 – 29 April 2011 di Sanur Bali.

Pertemuan
refleksi tersebut telah menjadi media penguatan pemahaman mengenai bagaimana
membumikan IMS sebagai alat untuk mendeteksi kesehatan masyarakat sipil (MS)
sekaligus menjadi alat pengembangan aksi MS dalam mencapai visi kabupaten/kota,
memperkuat kesalingterhubungan antara para penggerak IMS antar kabupaten,
memperbaiki komunikasi dalam rangka sinergi aksi/kerja/inovasi/program antara
para penggerak IMS – YAPPIKA – tim program ACCESS dan juga perluasan kepada
para aktor kabupaten lainnya setelah mereka kembali ke wilayah masing-masing,
serta merancang agenda berikutnya untuk memanfaatkan instrumen dan hasil IMS
dalam pencapaian visi kabupaten/kota.

Apresiasi perlu
diberikan kepada tim penggerak IMS di kabupaten/kota yang telah mendorong
semangat kerelawanan dalam kerja-kerja mereka. Tata kepemerintahan lokal yang
demokratis akan kehilangan makna dan rohnya ketika masyarakat sipil tidak hadir
dan aktif berperan dalam proses pembangunan. Oleh karenanya, masyarakat sipil
yang sehat adalah keniscayaan dalam konteks TKLD; yaitu yang mempunyai struktur
internal yang kuat, mempunyai lingkungan yang memungkinkan MS untuk tumbuh dan
berkembang, yang mempunyai dan memperjuangkan nilai-nilai universal yang berpihak
kepada masyarakat rentan dan adil gender, yang mampu mendorong dan menghasilkan
dampak kemanfaatan bagi masyarakat hingga mendesakkan kebijakan pro rakyat.