EnglishIndonesia

Berita Terkini

24
May

SEKITAR 5,3 JUTA PEREMPUAN BUTA AKSARA

Denpasar (Antara Bali) – Sekitar 5,3 juta wanita Indonesia, termasuk
yang tersebar di berbagai daerah di Bali, masih hidup dalam kondisi buta
huruf atau buta aksara serta di bawah garis kemiskinan.

Ketua
Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan (YAPPIKA)
Fransika Fitri dalam penjelasan diterima ANTARA di Denpasar, Kamis
mengatakan, dengan data tersebut artinya kondisi perempuan Indonesia
masih berada dalam keadaan krisis.

Ia mengatakan, selain kemiskinan yang terus berlangsung dan tidak
kunjung teratasi, angka buta huruf di kalangan perempuan juga kian
memprihatinkan.

Dikatakan, perkiraan data Kemendiknas terhadap
angka buta huruf di Indonesia akhir tahun 2010 sebanyak 5,3 juta
perempuan berusia 15 tahun ke atas mengalami buta aksara.

Menurutnya,
data itu hanya perkiraan yang menunjukkan bahwa, fakta di lapangan
kemungkinan lebih buruk lagi. "Sementara ini respon pemerintah untuk
mengatasi buta aksara terhadap kaum wanita tak kunjung tiba. Makanya
kami memulai gerakan terkait itu," katanya.

Sejak YAPPIKA melakukan program penggalangan dana dan keaksaraan fungsional (KF) tahun 2010, sejumlah kegiatan telah dilakukan.

"Kami telah berhasil mendirikan 10 kelompok belajar bagi kaum ibu buta aksara di kawasan Marunda dan Sukapura," ujarnya.

Selain
menggalang donasi publik, kata dia, pihaknya juga bekerja sama dengan
para relawan yang tergabung dalam organisasi Relawan YAPPIKA guna
mengimplementasikan program "Ayo Bantu 5,3 Juta Ibu Indonesia Belajar
Membaca".

"Upaya ini akan terus kami lanjutkan sebagai upaya
menolong kaum ibu dari ketidakberdayaan karena tidak mampu membaca,
menulis dan berhitung, serta tidak memahami hak-hak dasar mereka sebagai
warga negara," katanya.

Tahun 2011, Fransiska lebih jauh
mengatakan, YAPPIKA masih akan melanjutkan program yang sama dengan
rencana melakukan pembelajaran tahap lanjutan bagi kelompok belajar yang
ada dan membuka kelompok-kelompok belajar yang baru.

Semua kelompok belajar tersebut akan diajar oleh para relawan agar kaum ibu tersebut bisa melek aksara.

"Mereka
akan diajarkan secara gratis oleh para relawan yayasan kami yang sudah
terlatih. Rencananya kelompok belajar ini akan dibentuk di desa-desa dan
menyasar desa terpencil atau yang memiliki warga kaum ibu yang buta
aksara," tambahnya.(*)