EnglishIndonesia

Berita Terkini

17
Jan

Bu Saniah Hanya Ingin Anaknya Sekolah Lagi

Di saat usianya yang kini menjelang 40 tahun, Bu Saniah hanya berharap ia menghabiskan hidupnya bersama keluarganya tercinta, khususnya buah hatinya. Tak pernah ia menyangka, pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu, tsunami datang menyerbu Banten. Kala itu, rumahnya yang begitu rapuh rubuh seketika. Ibu Saniah dan anaknya terjebak di dalamnya untuk beberapa lama, hingga ia dan anaknya, dengan semangat bertahan hidup, menemukan lubang di rumahnya agar mereka bisa menyelamatkan diri.

Saniah, 40 years old. She is Thamrin's wife.  the tsunami destroyed Her house. She got hit in the feet by woods that comes with floods. She can't stand properly. Now she lives in small rented room.

Saniah, 40 years old. She is Thamrin’s wife. the tsunami destroyed Her house. She got hit in the feet by woods that comes with floods. She can’t stand properly. Now she lives in small rented room.

Namun, dalam keadaan serba kekuranganpun, Ibu Saniah masih memikirkan masa depan anaknya. Ia begitu cemas anaknya tidak bisa sekolah lagi, karena semua peralatan serta buku-buku si kecil, turut hanyut terbawa arus.

“Saya mau anak-anak bisa sekolah, saya juga ingin kembali punya tempat tinggal,” tutur Bu Saniah saat itu, pelan-pelan terisak, kemudian air mata pun mengalir sepanjang pipinya.

Ibu Saniah bukanlah satu-satunya korban di Banten yang membutuhkan bantuan Anda. Kini saatnya Anda membantu saudara-saudara kita di sana. Yuk bangkitkan Banten kembali. Klik kitabisa.com/bantuantsunamibanten sekarang