Updates

31
Aug

Dukungan Media Diperoleh, Isu #SekolahAman Mulai Bergulir di Kabupaten Bogor

Kunjungan yang dilakukan oleh YAPPIKA-ActionAid dan KOPEL ke Redaksi Radar Bogor pada hari senin (29/8) berbuah manis. Selain menghasilkan kesepakatan untuk bersama-sama berupaya menyelamatkan nasib 101.376 siswa SD dan SMP di Kabupaten Bogor yang terancam bahaya karena belajar di ruang kelas yang rusak, peliputan dari Radar Bogor pun membuat isu ini segera bergulir dan menjadi perhatian DPRD serta Pemerintah Kabupaten Bogor.

Di edisi (30/8), Radar Bogor melansir respons dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi yang meminta agar mitra kerjanya di Komisi IV melakukan pengawasan secara serius dan mengecek ke lapangan kondisi tersebut. Di edisi (31/8), Radar Bogor melansir respons dari Bupati Bogor, Nurhayanti yang mengatakan akan mengurangi belanja perjalanan. “Sehingga dari pengurangan itu bisa menambal dana perbaikan sekolah rusak,” ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut,YAPPIKA-ActionAid menyampaikan pengantar berupa situasi nasional terkait banyaknya siswa yang terancam bahaya karena ruang kelas yang rusak dan minimnya anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk perbaikan ruang kelas. Kemudian, KOPEL melanjutkannya dengan menyampaikan situasi yang tidak jauh berbeda di Kabupaten Bogor.

04

Berdasarkan hasil risetnya, KOPEL bahkan sudah menemukan berbagai pos alokasi yang cenderung boros dan sebenarnya bisa dialihkan untuk mempercepat perbaikan ruang kelas yang rusak. KOPEL juga menemukan fakta tidak akuratnya pendataan dan tidak tepatnya prioritas pemberian alokasi perbaikan ruang kelas. Diduga, kedekatan dengan pihak Dinas Pendidikan menjadi faktor penentu satu sekolah diberikan alokasi perbaikan ruang kelas atau tidak. Hal ini disebabkan karena tidak adanya Pedoman yang berisi Kriteria Prioritas Perbaikan Kelas Rusak dan juga lemahnya pengawasan dari DPRD.

Ke depan, kerjasama antara YAPPIKA-ActionAid dan KOPEL dengan Radar Bogor akan berlanjut dalam sebuah diskusi yang akan melibatkan pengambil kebijakan daerah dan juga pemangku kepentingan di sekolah seperti kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan orang tua siswa.

 

Link Berita Online

  1. http://jabar.pojoksatu.id/bogor/2016/08/30/kopel-beberapa-sekolah-di-kabupaten-bogor-bahkan-tak-tersentuh-pemerintah/
  2. http://jabar.pojoksatu.id/bogor/2016/08/30/banyaknya-ruang-kelas-terancam-ambruk-ini-dia-tanggapan-ketua-dprd-kabupaten-bogor/2/