EnglishIndonesia

Berita Terkini

13
Oct

Endang: Dari Bertani Hingga Membantu Pemulihan Ekonomi

Ternyata perubahan di komunitas dapat dimulai oleh anak muda seperti yang dilakukan salah satu anak muda dari Desa Rogo, Kabupaten Sigi bernama Endang. Sebelum aktif dalam program pemulihan paska bencana, keseharian perempuan kelahiran tahun 1998 ini lebih banyak dihabiskan untuk membantu orang tuanya mengurus rumah. Di saat perempuan seusianya sudah ke luar rumah untuk kuliah, Endang hanya ke luar rumah untuk urusan berkebun. Itu saja jaraknya tidak jauh-jauh dari rumah. Anak ke 3 dari 6 bersaudara ini hanya mengenyam pendidikan sampai bangku Sekolah Dasar karena kondisi ekonomi keluarga. Hal ini membuatnya tidak percaya diri untuk berkomunikasi dengan warga sekitar, sehingga jarang ada orang yang sangat mengenal Endang.

Picture1

Pada tanggal 28 September 2018, Desa Rogo ditimpa bencana gempa dan likuifaksi. Sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan parah. Untungnya rumah keluarganya Endang tidak mengalami kerusakan parah dan masih dapat untuk ditinggali. Ketika banyak lembaga bantuan yang datang di masa tanggap darurat, rumah tersebut dijadikan posko bantuan/ dapur umum pertama pertama di Desa Rogo. Saat itu Endang yang masih segan untuk bersosialisasi dengan orang-orang sekitar harus keluar dari zona nyamannya untuk ikut terlibat menjadi relawan distribusi logistik. Meskipun saat itu Endang hanya mendapatkan peran-peran domestic yang sederhana, tetapi itu menjadi langkah awal baginya untuk berkontribusi lebih jauh terhadap komunitas.

Tidak lama setelah masa tanggap darurat, Desa Rogo menjadi wilayah intervensi YAPPIKA-ActionAid melalui WALHI Sulawesi Tengah untuk Program Emergency Response and Recovery. Endang menjadi anggota kelompok pemulihan ekonomi termuda pada semester pertama program. Karena keaktifannya untuk program pemulihan paska bencana, ia dipilih untuk menjadi anggota Forum Warga di desa Rogo dan merupakan satu- satunya perwakilan anak muda di wilayahnya. Bagi Endang kaum muda juga harus dapat memimpin dan memotivasi orang lain, karena energi dan kreativitas mereka akan membawa pendekatan baru dan berbeda dalam perencanaan. Seiring berjalannya waktu, langkah Endang semakin jauh bahkan sampai keluar Desa Rogo untuk menghadiri Simposium Penyintas yang diadakan pada bulan September 2019. Di hadapan ratusan penyintas dari Pasigala (Palu, Sigi, dan Donggala) dan awak media, Endang menyampaikan aspirasi tentang isu air bersih yang membahayakan kesehatan warga Desa Rogo.

Kemudian setelah terbentuknya kelompok perempuan yang solid di desa tersebut. Endang menjadi kepercayaan ibu-ibu untuk mendapatkan informasi mengenai penanganan bencana dan memimpin komunitas untuk mengadakan audiensi dengan kepala