EnglishIndonesia

Berita Terkini

28
Jul

Kisah Ibu Talmi Dan Rumahnya Yang Terbakar Bensin

“Dulu saya itu menjual bensin. Ketika gempa datang, selain rumah, bensin jualan saya pun habis. Botol-botolnya terjatuh dan pecah. Bahkan bensinnya sampai membakar rumah.” kenang Ibu Talmi saat kami berkunjung ke rumahnya.
Story 6

Ibu Talmi beserta keluarganya adalah salah satu penerima bantuan rumah tumbuh yang dibangun WALHI. Saat gempa terjadi ia sedang bersiap-siap untuk shalat. Suaminya, Bapak Amiliran, juga sedang bersiap untuk mandi. Anak-anaknya sedang bersantai menunggu maghrib. Tiba-tiba saja gempa datang. Mereka semua bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri mereka dari rumah mereka yang runtuh akibat gempa.

Story 6 2

Pada saat itu, ia sekeluarga bingung harus lari ke mana. Saat menyelamatkan diri lari ke gunung, justru dilarang karena khawatir akan terjadi longsor. Kemudian ketika lari ke daerah yang lebih rendah juga khawatir tanah amblas dan air danau naik. Bapak Kades pun juga menghimbau agar tidak menyelamatkan diri ke dalam rumah. Sekitar pukul setengah delapan malam, Bapak Kades akhirnya memberi himbauan kepada warga untuk segera berkumpul di lapangan bola kampung.

Ia sekeluarga bersama warga Desa Rano yang lain mengungsi di lapangan bola berhari-hari lamanya, tanpa adanya bantuan dari manapun. Ia juga tidak sempat menghitung berapa lama sampai akhirnya warga Desa Rano menerima bantuan logistik yang diantarkan menggunakan helikopter karena akses jalan menuju Desa Rano terputus.

Sampai saat WALHI Sulawesi Tengah datang memberikan bantuan rumah tumbuh bagi warga terdampak, Ibu Talmi dan keluarganya masih tinggal di pengungsian di lapangan bola. Ia baru mulai menempati rumah tumbuh pada 23 Januari 2019. Pembangunan rumah tumbuh oleh WALHI untuk warga Desa Rano yang terdampak bencana, bagi dirinya sangat menolong. Tidak hanya pembangunan rumah, pemulihan ekonomi yang juga diupayakan WALHI baginya sangat membantu warga. Mengingat kondisi ekonomi di Desa Rano tidak begitu baik sejak sebelum bencana, dan semakin terpuruk pasca bencana. Ia pun juga mengikuti kelompok usaha minyak kampung yang dibina oleh WALHI Sulawesi Tengah.