KOMUNITAS PEREMPUAN TANI BERHASIL MENIKMATI HASIL PANEN SAYURAN YANG DITANAM


Kelompok Perempuan Tani (Kebun Edukasi) merupakan kumpulan dari para perempuan yang melakukan kegiatan pertanian. Mereka menanam berbagai jenis sayuran dilakukan dengan bersama. Para perempuan ini melakukan kegiatan tersebut didukung oleh program dari YAPPIKA.Action-Aid bersama PATTIRO Banten dan PATTIRO Serang dengan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp. 9.000.000 untuk kelompok perempuan tersebut gunakan melakukan kegiatan tersebut. Dari bantuan modal mereka membuat kebun dan demplot tanah untuk ditanami sayuran secara bersama-sama. Untuk kebun yang berukuran 16x5 M digunakan sebagai kebun yang ditanam sayuran, bunga dan tanaman toga sebagai tempa untuk edukasi bagi masyarakat yang lain dan anak-anak yang ingin belajar menanam. Sedangkan demplot tanah sebagai tempat untuk percontohan masyarakat agar mereka bisa memanfaat lahannya untuk ditanami sayuran atau palawija yang lain untuk memenuhi kebutuhan sayur bagi keluarga. Untuk demplot tanah komunitas perempuan tani ini milik salah satu anggota kelompok, namun disepakati bersama digunakan untuk pembuatan demplot berukuran 25x15 M yang ditanami sayuran seperti timun, kangkung, sesim, cabe, tomat dan jagung. Pada demplot ukuran 25x15 M tersebut ditanami sayuran hasilnya bisa dijadikan sebagai usaha atau untuk dijual, agar ada pemasukan untuk kas komunitas perempuan Tani tersebut. Selain 2 tempat tersebut ada beberapa lahan yang ditanami sayuran seperti sesim, kangung, sesim, cabe, tomat, jagung dan kacang panjang. Namun, untuk sayuran yang ditanam tanah milik pribadi warga tersebut bekerja sama dengan kelompok perempuan tani. Warga yang ingin menanam sayuran atau palawija di lahannya akan di support benih oleh kelompok perempuan tani, tapi jika sudah panen, maka tiap panennya warga tersebut memberikan 10% dari hasil panennya.

Setelah ditanami sayuran yang disebutkan diatas, komunitas perempuan Tani berdiskusi untuk menjadwal kegiatan perawatan sayuran tersebut. Dari mulai penyemaian dan menanam sebelum bulan puasa pada akhir April 2021, pada minggu ke-3 bulan Mei 2021 mereka sudah bisa menanam sayuran. Namun, tidak semua sayuran bisa di panen, hanya tanaman yang pertumbuhannya cepat seperti sesim dan kangkung. Dari hasil panen di lahan komunitas perempuan Tani hasilnya dijual terlebih dahulu, jika ada sisa dari sayuran tersebut maka akan dibagikan ke anggota kelompok dan uang hasil penjualan dibagi keuntungan untuk anggota 50% dan untuk kas kelompok 50%. Hasil panen kangkung dari demplot kemarin mendapat 30 ikat kangkung dijual keliling kampung dengan harga Rp. 2.000/Ikat, yang terjual ada 17 ikat kangkung, sisa 13 kangkung tersebut dibagikan ke anggota kelompok yang ikut memanen dan mengambil kangkung tersebut. Dari hasil penjualan total Rp. 34.000 tersebut masuk ke kas kelompok. Pada saat memanen sayuran tersebut, para perempuan merasa senang, karena tanaman yang mereka tanam sudah mendapatkan hasil. Namun, ada hambatannya juga diantaranya yaitu tanaman tomat, sesim dan cabe yang di tanam di lahan demplot tersebut kurang subur dan kekurangan air jadi tidak bisa panen dikarenakan ada yang mati dan untuk sesim diambil dan untuk di masak saja karena kecil-kecil.


Selain itu, tanaman sayuran yang bekerja sama dengan warga dengan memanfaatkan sawah yang biasa di tanami padi seperti yang dilakukan oleh Bapak Herman dan Ibu Cicih. Dikarenakan sedang musim kemarau, sawahnya ditanami oleh sayuran (palawija). Begitun hasilnya juga dirasakan oleh mereka seperi panen kangkung dan sesim. Hasil panen dari lahan yang dirawat oleh bapak Herman dan Ibu Cicih ini hasilnya dijual dan untuk dimakan di rumah. kangkung dijual Rp. 2.000/ikat dan untuk sayuran sesim dijual Rp. 10.000/kg. Bapak herman dan Ibu Cicih menceritakan senang menanam sayuran karena selain bisa dikonsumsi dan dimakan untuk keluarga bisa juga dijual dan bisa menjadi pemasukan untuk keluarganya. Sayuran tersebut awalnya dipasarkan sekitar kampung Paniis, setelah itu kelompok perempuan yang lain ikut mempromosikannya dengan menshare photo-photo sayuran ke grup WhatsApp Forum Perempuan Desa, tidak lama setelah itu ada yang memesan sayuran tersebut dari Desa Cigarondong. Kemudian ada juga yang memesan kembali dari Kp. Cibanua dan Kp. Tamanjaya untuk membeli sayuran tersebut. Ibu Cicih senang dan bersemangat mempersiapkan sayuran untuk diantarakan kepada pembeli. Selain itu, Ibu Cicih dan Pak Herman juga membagikan sayuran tersebut ke tetangga-tetangga. Beliau mengatakan ingin berbagi hasil panen tersebut agar tetangga juga bisa merasakannya dan siapa tahu bisa memotivasi masyarakat atau warga yang lain untuk bisa menanam sayuran di lahan masing-masing setidaknya untuk konsumsi keluarganya agar sayuran tidak beli. Hasil penjualan sayuran yang diterima oleh Ibu cicih dan Bapak Herman tersebut sebesar Rp. 140.000 dari hasil penjualannya dan hasil kesepakatan 10% dari hasil penjualan masuk ke kas kelompok perempuan tani, sebagai tabungan untuk membeli bibit kembali. sayuran yang lainnya seperti kacang panjang, tomat, cabe serta jagung menunggu panen kurang lebih sekitar 2 bulan lagi. selanjutnya, lahan bekas ditanam sesim akan Bapak Heman tanami benih bayam dilahannya.

Tag :