EnglishIndonesia

Emergency Response and Recovery (ERR) Pasigala

Sejarah Singkat : Bencana alam 4 in 1 di Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, serangkaian gempa bumi melanda provinsi Sulawesi Tengah di Indonesia, yang terkuat adalah 7,4 SR. Gempa bumi memicu tsunami yang melanda pantai di Palu dan Donggala. Lalu diikuti dengan likuifaksi dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan dan memakan korban jiwa dengan jumlah yang signifikan di daerah Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

YAPPIKA-ActionAid (YAA) bergabung dengan koalisi masyarakat sipil bernama Sulteng Bergerak Berna,a Sulteng Bergerak Kebutuhan terbaru untuk penilaian yang dilakukan dengan Gerakan Sulawesi Tengah, respon langsung harus ditangani oleh Kebutuhan Kemanusiaan yaitu Pangan, WASH, Tempat Tinggal, NFI, dan Perlindungan. Tanggap darurat harus segera diikuti oleh fase pemulihan awal termasuk rekonstruksi, mata pencaharian dan kepemimpinan perempuan dalam keadaan darurat serta prinsip menyeluruh.

Dalam masa tanggap darurat, telah teridentifikasi bahwa daerah pedesaan Donggala dan Sigi telah secara signifikan terkena dampak gempa bumi dan likuifaksi, yang telah merusak tanaman padi dan tanah. Bantuan dalam bentuk produksi pertanian dalam bentuk pendapatan pendapatan untuk tenaga kerja dan produksi beras untuk berkontribusi pada ketahanan pangan. Dampak keseluruhan krisis telah mengganggu kegiatan ekonomi dan pertanian sehingga mengurangi permintaan tenaga kerja harian. Bagi masyarakat nelayan, rumah yang kehilangan perahu dan peralatan akibat tsunami membutuhkan penggantian peralatan dan bahan untuk proses pengolahan untuk memberikan penghasilan dan mengurangi ketergantungan pada bantuan.

Program Emergency Response and Recovery (ERR) Pasigala

YAA meresmikan tanggapan kemitraan dengan Sikola Mombine, Solidaritas Perempuan Palu, dan Walhi Sulawesi Tengah. Adapun wilayah intervensi dari ketiga mitra tersebut tersebar di 13 desa yang berada di Palu, Sigi, dan Donggala.

Phase I Program ERR PASIGALA disesuaikan dengan fase penanganan paska kedaruratan sampai masa transisi pemulihan yang berlangsung dari tanggal 28 September 2018 sampai dengan tanggal 31 Maret 2019.  Prioritas intervensi yang dijalankan adalah dengan penyediaan seluruh kebutuhan dasar kedaruratan, khususnya kebutuhan makanan dan non makanan (FOOD cluster), selain itu melalui kegiatan penyediaan instalasi air bersih dan rumah tumbuh (WASH and SHELTER cluster), membantu untuk memulihkan rasa trauma dengan memberikan support pada pemulihan kegiatan penghidupan juga menjadi salah satu perhatian (EARLY LIVELIHOOD ACTIVITY SUPPORT/LIVELIHOOD SECTOR). Dalam merespon kebencanaan, kelompok perempuan dana anak menjadi salah satu perhatian utama khususnya untuk isu perlindungan (PROTECTION cluster).  Perlindungan terhadap perempuan dan anak dilakukan melalui pendirian rumah ramah perempuan dan anak (Women Friendy Space), yang menyediakan layanan konseling/konsultasi untuk trauma healing bagi korban khususnya perempuan, perlindungan hukum secara referal (dilakukan bersama  agensi lain yang mumpuni), kegiatan sharing dan saling menguatkan antar perempuan dilokasi terdampak/pengungsian/Huntara. Kegiatan lain adalah mendorong lahirnya kepemimpinan perempuan dalam kebencanaan dengan mengidentifikasi focal point/perempuan-perempuan tangguh yang di training dan dikuatkan untuk menjadi inspirator dan pemimpin di kampungnya masing-masing. Bencana alam 4 in 1 yang terjadi menyebabkan 68.451 unit rumah rusak. Maka dari itu dalam fase ini terdapat juga pembangunan huntara, atau dalam program ini disebut rumah tumbuh, untuk warga di Donggala. Alasan memakai istilah rumah tumbuh adalah rumah ini akan direnovasi menjadi hunian tetap ke depannya.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah, seluruh bantuan, akses dan informasi yang diberikan di sampaikan/dipaparkan secara terbuka kepada masyarakat/korban dengan membuat visibility board, information board dan berbagai cetak media sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas program kepada masyarakat (TRANSPARANCY and ACCOUNTABILITY SECTOR).

Data Program dan Penerima Manfaat

A. LIVELIHOOD

LOKASI MITRA AKTIVITAS TOTAL PENERIMA MANFAAT
KOTA/KABUPATEN KECAMATAN KELURAHAN/DESA
PALU Taweli – Pantoloan

– Panau

Sikola Mombine UKM(memproduksi keripik, minyak kelapa, dan abon ikan) 6 groups (5-10 KK)/ 240 org
Ulujadi Kabonena
SIGI Dolo Selatan Rogo Walhi Sulteng Budidaya tanaman jagung 75 KK (300 org)
Dolo Langaleso Solidaritas Perempuan Palu Budidaya tanaman kolektif 60 KK (20 KK per desa)/ 240 org
Gumbasa – Pakuli

– Tuwa

Donggala Banawa Lolioge 20 KK (80 org)
Sirenja Tanjung Padang
Dampal Sikola Mombine UKM(memproduksi keripik, minyak kelapa, dan abon ikan) 4 groups (5 -10 KK)160 org
Banawa Gunung Bale

B. PROTECTION

LOKASI MITRA AKTIFITAS TOTAL PENERIMA MANFAAT
KOTA/KABUPATEN KECAMATAN KELURAHAN/DESA
Palu Taweli Pana Sikola Mimbone Women Friendly Friend 200 Perempuan
Sigi Gumbasa Pakuli Solidaritas Perempuan Palu Women Friendly Friend 200 Perempuan

C. SHELTERS

LOKASI MITRA AKTIFITAS TOTAL PENERIMA MANFAAT
KOTA/KABUPATEN KECAMATAN KELURAHAN/DESA
DONGGALA Balaesang Rano Walhi Sulawesi Tengah Rumah tumbuh 25 KK (1 unit for each KK)

 

D. FOOD

LOKASI MITRA AKTIVITAS TOTAL PENERIMA MANFAAT
KOTA/KABUPATEN KECAMATAN KELURAHAN/DESA
PALU Palu Utara Mamboro Bakuganda Walhi Sulawesi Tengah Dapur nutrisi 25 KK (80 org)
Taweli – Pantoloan

– Panau

Sikola Mombine Dapur nutrisi 550 org
Ulujadi Kabonena
SIGI Dolo Selatan Rogo Walhi Sulteng Distribusi peralatan alat dapur (kompor, tabung gas, dan alat masak) 40 KK (160 org)
Dolo Langaleso Solidaritas Perempuan Palu Distribusi paket makanan untuk kelompok rentan (ibu hamil, ibu menyusui, lansia, disabilitas, bayi, anak-anak) 60 KK (20 KK per desas)/ 240 org
Gumbasa -Pakuli

-Tuwa

DONGGALA Balaesang Rano Walhi Sulteng Distribusi peralatan alat dapur (kompor, tabung gas, dan alat masak) 40 KK (160 org)
Banawa Lolioge Solidaritas Perempuan Palu Distribusi paket makanan untuk kelompok rentan (ibu hamil, ibu menyusui, lansia, disabilitas, bayi, anak-anak) 40 KK ( 20 KK per desa)/ 160 org
Sirenja Tanjung Padang
Dampal Sikola Mombine Distribusi paket makanan untuk kelompok rentan (ibu hamil, ibu menyusui, lansia, disabilitas, bayi, anak-anak) 510 org
Banawa Gunung Bale

E. WASH

LOKASI MITRA AKTIFITAS TOTAL PENERIMA MANFAAT
KOTA/KABUPATEN KECAMATAN KELURAHAN/DESA
PALU Taweli -Pantoloan

-Panau

Sikola Mombine Manajemen sampah:
Memberikan alat kebersihan
75 org
Ulujadi Kabonena
DONGGALA Balaesang Rano Walhi Sulteng – Instalasi water filter
– Instalasi MCK
70 KK/ 320 org (termasuk 3 org disabilitas)