EnglishIndonesia

Sekolah Aman

Program Sekolah Aman (#SafeSchool) – 2016 hingga saat ini.

Goal: Berkontribusi pada pemenuhan hak anak atas infrastruktur pendidikan dasar
yang layak.

Hasil: Meningkatnya komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian
persoalan infrastruktur pendidikan dasar.

Keluaran:

  • Tersedianya hasil-hasil kajian kebijakan untuk percepatan penyelesaian
    persoalan infrastruktur pendidikan dasar.
  • Meningkatnya kualitas respons pemerintah daerah terhadap pengaduan
    sekolah rusak.
  • Meningkatnya peran Forum Komunitas Sekolah dalam mendorong
    percepatan penyelesaian persoalan infrastruktur pendidikan dasar.
  • Meningkatnya dukungan publik terhadap percepatan penyelesaian persoalan
    infrastruktur pendidikan dasar.

 

Lokasi: Kabupaten Serang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Kupang.

Kelompok Sasaran:

  • Kabupaten: komunitas sekolah (kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua murid, tokoh-tokoh lokal), pemerintah kabupaten (bupati, Dinas Pendidikan, Bappeda), DPRD, media lokal (cetak, online).
  • Nasional: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah), Kantor Staf Presiden, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ombudsman RI, DPR RI Komisi X, media nasional.

Penerima manfaat: siswa sekolah dasar.

Sumber dana: donasi publik, CSR/corporate partnership.

Pelaksanaan: Program dilaksanakan di tiga kabupaten bekerja sama dengan PATTIRO Banten di Kabupaten Serang, KOPEL Indonesia di Kabupaten Bogor, dan Bengkel APPeK di Kabupaten Kupang. Di masing-masing kabupaten, mitra mendampingi 15 SD. Setiap tahun mitra akan melakukan analisis anggaran sebagai dasar advokasi peningkatan alokasi anggaran infrastruktur pendidikan dasar dan mendorong sekolah dampingan masuk dalam prioritas pemkab untuk rehabilitasi ruang kelas atau membangun ruang kelas baru. Mitra melakukan pendampingan komunitas sekolah untuk meningkatkan kesadaran terhadap persoalan hak ruang kelas yang layak dan partisipasi masyarakat. Komunitas sekolah juga mendapatkan peningkatan kapasitas untuk berdialog dengan pemkab, melakukan pengawasan pembangunan sekolah, dan jurnalisme warga. Mitra juga membangun kerja sama dengan media lokal untuk memperbesar publikasi tentang persoalan pendidikan khususnya ruang kelas yang tidak layak. Di tingkat nasional, YAA juga melakukan analisis APBN khususnya pendidikan dan mengajukan rekomendasi kebijakan untuk percepatan penyelesaian perbaikan ruang kelas rusak. YAA bersama mitra melaksanakan pengkajian data pokok pendidikan (dapodik) dan evaluasi tata kelola pendidikan di tiga kabupaten
wilayah kerja. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, YAA membuat kanal pengaduan di website YAA yang terintegrasi dengan LAPOR-SP4N, yang secara khusus menerima pengaduan sekolah rusak. YAA juga membuka kesempatan bagi relawan untuk mengajar di sekolah-sekolah dampingan. ini merupakan inisiatif untuk menghubungkan gerakan dunia digital dengan aksi nyata. Alternatif atau inovasi yang sedang dikembangkan dalam
program ini adalah membangun/memperbaiki ruang kelas menggunakan dana dari CSR/perusahaan/crowd funding.