EnglishIndonesia

Berita Terkini

14
Nov

SILANG BELAJAR KELOMPOK BALAI BELAJAR: Perempuan tangguh saling menguatkan dan berbagi ilmu

Sudah lebih dari satu tahun Sikola Mombine, salah satu mitra YAPPIKA-ActionAid pada program Emergency Response and Recovery PASIGALA, membentuk kelompok pemberdayaan perempuan yang menjadi tujuan besar program sektor protection (perlindungan perempuan). Sampai saat ini, Sikola Mombine telah berhasil membangun dua rumah ramah perempuan atau yang biasa disebut “Samporoa Mombine” di Palu, dan satu posko pengaduan kasus di Donggala. Posko pengaduan kasus di Donggala, tepatnya di Desa Dampal, adalah posko yang dibentuk untuk memberi rujukan pada perempuan dan anak yang mendapat kasus kekerasan agar dapat ditangani oleh pihak berwajib. Kelima perempuan penggerak Desa Dampal (atau disebut juga sebagai perempuan focal point), Ibu Misna, Ibu Nursyam, Ibu Maya, Ibu Herlina, dan Ibu Madiah, secara mandiri membuat posko tersebut sebagai upaya mereka menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan. Peran dari kelima perempuan tersebut menunjukkan capaian dari program protection yaitu membentuk perempuan agar mempunyai peran kepemimpinan dan menjadi aktor perubahan dalam isu perlindungan perempuan dalam konteks pengurangan risiko bencana.

DSCF2461

Menggali potensi perempuan paska bencana bukanlah perkara yang mudah, namun kelompok perempuan tangguh yang didampingi oleh Sikola Mombine mampu membuat perubahan-perubahan tersebut. Selama proses melaksanakan kegiatan program pasti ada permasalahan dan tantangan di lapangan, tetapi semua itu dapat diselesaikan jika perempuan saling menguatkan satu sama lain.

 

Pada tanggal 09 November 2019, Sikola Mombine menggelar kegiatan pertemuan silang balai belajar di Pantai Sivalenta, Donggala. Tujuan dari pertemuan ini adalah sebagai sarana berbagi pengalaman lintas kelompok balai belajar. Sikola Mombine, dalam program pemulihan paska bencana, mendampingi 5 kelompok balai belajar perempuan yang tersebar di 5 desa intervensi di Palu dan Donggala. Kegiatan silang belajar ini dihadiri oleh 12 anggota kelompok balai belajar Desa Dampal (Donggala) yang sekaligus menjadi tuan rumah, 11 anggota kelompok balai belajar Kelurahan Duyu (Palu), dan 5 anggota kelompok balai belajar Kelurahan Panau (Palu). Perjalanan ini sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 jam jika dlakukan dengan mobil, dan tidak semua anggota kelompok perempuan dapat menempuh perjalanan jauh tanpa mabuk darat. Meskipun begitu, perempuan-perempuan Palu tetap bersemangat untuk bertemu teman-teman seperjuangan di Donggala.

 

Rasa lelah dan mual akibat mabuk darat itu hilang setelah kelompok perempuan dari Palu mendapat sambutan hangat dari kelompok perempuan Desa Dampal. Panitia mengawali dan menutup pertemuan dengan permainan sehingga para perempuan membaur satu sama lain. Meskipun jarang bertemu tetapi para anggota kelompok perempuan dapat langsung mengakrabkan diri.

 

Selain kegiatan rekreasional berupa permainan berhadiah, para perempuan juga melakukan diskusi yang dimulai dari pengalaman Ibu Nursyam bersama empat perempuan focal point Desa Dampal dalam proses membuat Posko Pelayanan Kasus. Posko ini dibentuk pada bulan September 2019 setelah perempuan focal point Desa Dampal menerima pelatihan paralegal. Beliau mengatakan bahwa terdapat kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditemukan di Desa Dampal, tetapi bagi Ibu Nursyam penanganannya cukup lambat. Maka dari itu, Posko Pelayanan Kasus ini dibuat agar kasus tersebut dapat cepat ditangani. Dalam hal ini perempuan focal point Desa Dampal juga menjalin kerja sama dengan aparat desa, tokoh adat, dan pihak kepolisian.

 

Kelompok perempuan Kelurahan Duyu dan Panau tertarik dengan pengalaman dari Ibu Nursyam dan termotivasi untuk membuat posko pelayanan kasus serupa. Salah satu lokasi rumah ramah perempuan yang didampingi oleh Sikola Mombine berada di Kelurahan Duyu, Palu yang telah terbentuk sejak bulan Juli 2019. Layanan yang berada di rumah ramah perempuan tersebut yaitu kelompok balai belajar dan penitipan anak, namun untuk pelayanan kasus, masih dalam tahap persiapan. Pertemuan Silang Belajar ini menambah wawasan kelompok balai belajar Kelurahan Duyu dan Panau untuk memperkuat persiapan membentuk pelayanan kasus.

 

Kelompok balai belajar di Kelurahan Panau juga berbagi pengalaman tentang kegiatan di Rumah Samporoa Mombine yang sudah berdiri sejak bulan Desember 2018 dan tantangan di dalam kelompok. Selain berbagi pengalaman, kelompok balai belajar yang hadir juga mendapat pembelajaran untuk menjadi pribadi yang dapat menjadi teladan terlebih dahulu agar mendapat kepercayaan masyarakat. Selain itu  pentingnya para perempuan untuk saling menguatkan agar dapat berjuang bersama dan membuktikan bersama bahwa para perempuan dapat melakukan upaya perlindungan dari tindak kekerasan.

 

Tetap semangat untuk para perempuan kelompok balai belajar!

DSCF2555