EnglishIndonesia
RA, si kecil penderita stunting yang membutuhkan bantuan Anda
05
Dec

Seuntai layangan berwarna merah digenggam erat oleh tangan mungil dari RA (bukan nama sebenarnya). Keinginannya untuk bermain layangan di luar rumah seperti teman-teman sebayanya tak sanggup ia lakukan, terhalang oleh tinggi tubuhnya yang di bawah rata-rata. RA adalah penderita stunting, sebuah kondisi kekerdilan akibat tidak tercukupinya asupan gizi dalam waktu yang lama.

RA adalah putra dari seorang nelayan bernama S dan seorang ibu rumah tangga bernama W. Mereka tinggal di sebuah rumah sempit dengan kondisi sanitasi yang memprihatinkan, di sebuah desa nelayan di Jember. Kedua pasangan ini menikah saat W masih berusia 17 tahun dan melahirkan RA pada usia 18 tahun. Ketika RA dilahirkan, berat tubuh si kecil hanya 1,1 kg dengan panjang hanya 35 cm. Karena kondisi sanitasi yang begitu buruk, RA mengalami berbagai macam penyakit selama beberapa bulan.

Saat ini, di usianya yang 2 tahun, RA hanya memiliki berat 10kg, dengan tinggi 75 cm. Sungguh terlihat kekerdilannya jika ia disandingkan dengan anak-anak lain. Jika tidak segera diatasi, kekurangan asupan gizi kronis yang telah menyebabkannya menderita stunting membuatnya rentan terhadap berbagai macam penyakit, yang kelak dapat menghambat tumbuh kembangnya, mematikan mimpi-mimpinya.

RA bukanlah satu-satunya yang mengalami hal ini. Kenyataannya, menurut data Riskesdas Kemenkes 2018, 3 dari 10 anak balita di Indonesia menderita stunting, menyebabkan terhambatnya perkembangan otak mereka, membuat mereka rentan terhadap berbagai macam penyakit. Jika ini terus dibiarkan, dalam 10 tahun mendatang, kita bisa kehilangan satu generasi, jutaan jumlahnya. Sebuah generasi tak kasat mata.

Semua ini tidak perlu terjadi. Kamu bisa turut mencegahnya. Bantu RA dan anak-anak lainnya untuk terbebas dari stunting.


DONASI Baca Lebih Lanjut