EnglishIndonesia
Supirman: Saya Takut Atapnya Jatuh ke Kepala Saya
25
Aug

asep

Sambil sesekali melihat ke arah atas ruang kelasnya yang tidak lagi memiliki plafon, Supirman (11) menceritakan perasaannya belajar di kelas yang rusak dan hampir roboh. “Saya takut atapnya jatuh ke kepala saya,” ucap Supirman, siswa kelas 3 di SDN Bugel, Kabupaten Serang, Banten.

Supirman tinggal tidak jauh dari SDN Bugel. Setiap harinya, Supirman berangkat sendiri ke sekolah. Ayahnya adalah seorang penganyam boboko (bakul). Karena ruang kelasnya sudah tidak memiliki plafon, Supirman harus rela pindah sementara ke ruang kelas yang lain jika hujan datang karena kelasnya bocor.

Ketika sedang tidak hujan, situasinya pun tidak lebih baik. Ruang kelas Supirman dan 2 ruang kelas yang rusak lainnya di SDN Bugel tidak memiliki lantai sehingga debu bertebangan ketika Supirman dan teman-temannya sedang belajar.

Sudah sejak tahun 2014, sebelum Supirman menjadi siswa di sana, SDN Bugel telah dijanjikan akan direhab oleh Pemerintah Kabupaten Serang, namun hingga kini belum juga terealisasi. PT Angkasa Pura sempat memberikan bantuan dari Dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan pada tahun 2016 untuk pengadaan perpustakaan, namun 3 ruang kelas yang rusak justru tidak disentuh.

Harapan Supirman sangatlah sederhana: “saya ingin sekolah saya segera dibangun.” Saatnya Anda bergerak untuk membantu YAPPIKA-ActionAid dalam mewujudkan harapan Supirman dan 48 ribu anak lainnya yang terancam bahaya karena sekolah rusak di Kabupaten Serang.