" /> Tahun Baru, Semangat Baru: Peluncuran Rumah Ramah Perempuan Di Desa Lende Tovea – YAPPIKA
EnglishIndonesia

Berita Terkini

24
Jan

Tahun Baru, Semangat Baru: Peluncuran Rumah Ramah Perempuan Di Desa Lende Tovea

Kabar baik datang dari Program Emergency Response and Recovery (ERR) PASIGALA, Sahabat. Di awal tahun 2020, tim ERR berhasil meluncurkan Rumah Ramah Perempuan di Desa Lende Tovea, Kabupaten Donggala untuk kelompok perempuan penyintas bencana alam yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 lalu. Dalam 3 bulan paska bencana, banyak sekali bantuan yang datang untuk masyarakat Palu, Sigi, dan Donggala. Namun begitu, ketika memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, program bantuan terutama yang bersifat pemberdayaan masyarakat mengalami penurunan. Salah satu wilayah yang belum didampingi untuk program pemberdayaan masyarakat di masa rehabilitasi dan rekonstruksi adalah Desa Lende Tovea, Kabupaten Donggala.

WFS 5

Melalui Fatayat NU sebagai mitra implementator, YAPPIKA-ActionAid menjangkau Desa Lende Tovea sejak bulan Agustus 2019. Meskipun baru terhitung 5 bulan, kelompok perempuan di desa tersebut sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pembinaan kelompok perempuan seperti kelas belajar. Beberapa materi kelas perempuan yang diberikan Fatayat NU adalah pembagian peran gender di rumah tangga, fiqih (aturan hukum Islam) untuk kebersihan perempuan di saat bencana, dan peran perempuan dalam mengurangi risiko narkoba paska bencana. Tentunya kebutuhan ruang khusus untuk saling berbagi ilmu dan berbagi cerita untuk saling menguatkan antar kelompok perempuan itu masih dibutuhkan. Selama ini kelompok perempuan di Desa Lende Tovea seperti ibu-ibu PKK di Desa Lende Tovea mengalami kesulitan ketika mengadakan kegiatan karena kurangnya fasilitas desa. “Biasanya kami mengadakan kegiatan di rumah ibu-ibu atau pinjam kantor kepala desa. Tetapi kalau pinjam tempat di kantor kepala desa suka tidak enak kalau kedatangan tamu atau ada rapat. Dengan adanya rumah ramah perempuan ini kami tidak kesulitan lagi mencari tempat kegiatan”, tutur Ibu Tasman yang aktif mengikuti kelas belajar perempuan yang dibina Fatayat NU.

Ada cerita unik dari rumah ramah perempuan ini. Lokasi dari rumah ramah perempuan di Desa Lende Tovea ini dibangun tepat di sebelah Kantor Kepala Desa. Saat membuka acara peluncuran rumah ini, Bapak Rahman Lakuatji, Kepala Desa Lende Tovea, bercerita, “ketika mendengar akan dibangun rumah ramah perempuan, saya langsung menyambut baik. Kami selaku pemerintah desa ikut mendukung dalam bentuk pengadaan material dan membantu proses pembangunan.”

WFS 2

Acara ini juga dihiasi dengan berbagai kegiatan. Ibu-ibu di desa Lende Tovea ini begitu bersemangat ketika mengikuti lomba memasak makanan non-beras. Tentu saja, hasil masakan mereka diserbu sekitar 74 peserta yang ingin mencicipi.

WFS 3

Tidak mau kalah dengan para Ibu, para remaja perempuan pun turut terlibat dalam perlombaan menari Tobelo dan Kakak Enda. Ajang ini diharapkan juga dapat merangkul para remaja di lingkungan sekitar yang jarang terlibat dalam program pemulihan paska bencana.

WFS 4

Menurut Zulfiah, Ketua Fatayat NU, ruang ramah perempuan yang diberi nama Pondok An-Nisa “Yasmin” ini akan digunakan kelompok ibu-ibu untuk tempat meningkatkan pengetahuan dan berkegiatan para perempuan Desa Lende Tovea. Rumah ramah perempuan ini ditargetkan akan dimanfaatkan secara rutin oleh sekitar 75 perempuan yang aktif berkegiatan di sana. Tentunya angka tersebut diharapkan dapat terus bertambah sehingga semakin banyak perempuan yang turut merasakan manfaat dari pembangunan rumah ramah perempuan ini.

 

Selamat untuk perempuan tangguh di Lende Tovea!