Diterbitkan pada Jumat, 19 September 2025
PEKANBARU – Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) menutup Training of Trainers (ToT) selama tiga hari bagi Komunitas/Organisasi Orang Muda di Pekanbaru, Kamis (18/9/2025). Pelatihan yang berfokus pada mitigasi, pemantauan, dan advokasi kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berserikat ini merupakan bagian dari Program BASIS (Building Enabling Environment and Strong Civil Society in Indonesia).
Riza Imaduddin Abdali, Civil Society Advocacy Specialist YAPPIKA, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menciptakan ruang pertautan kritis untuk memahami tantangan, aset, dan kapasitas gerakan orang muda di Pekanbaru. "Yang terakhir, ini untuk bersama-sama menyusun rencana aksi kolektif memperluas dan merebut ruang-ruang sipil di Pekanbaru," ujarnya usai menutup acara.
Pemilihan Pekanbaru sebagai lokasi kegiatan, menurut Riza, karena LBH Pekanbaru merupakan salah satu dari 40 anggota KKB. "Sudah menjadi kewajiban KKB untuk terhubung dan memperkuat kapasitas gerakan di Pekanbaru," jelasnya. KKB sendiri adalah jaringan masyarakat sipil yang berdiri sejak 2006 untuk mendorong perlindungan ruang sipil dan regenerasi gerakan di Indonesia.
Menanggapi pertanyaan mengenai kesenjangan kapasitas antara pemuda Pekanbaru dan Jawa, Riza menegaskan bahwa tidak terlihat ketimpangan pengetahuan yang signifikan. "Yang membedakan justru konteks lokal yang mengakar, yang paling dipahami oleh generasi muda Pekanbaru sendiri," ujarnya. Harapannya, tercipta konektivitas lintas kolektif dan generasi untuk memperkuat gerakan masyarakat sipil.
Alfu Hidayatullah dari Koalisi Kalima KBB ISAIS UIN Suska mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan ini. "Saya merasakan manfaat luar biasa, khususnya materi mitigasi risiko yang jarang disebutkan dalam organisasi. Ini penting untuk meminimalisir kemungkinan terburuk dalam sebuah aksi," ujarnya.
Pelatihan yang digelar sejak Selasa (16/9/2025) ini dirancang merespons menyempitnya ruang sipil dan meningkatnya ancaman terhadap kebebasan fundamental di Indonesia. Empat tujuan utamanya adalah peningkatan kapasitas orang muda, penyiapan fasilitator akar rumput, penguatan jejaring lintas organisasi, dan pengembangan rencana aksi berbasis komunitas.
"Seluruh pengetahuan dan kapasitas kawan-kawan akan kita jembatani bersama. Meski ada jarak, kita buat jembatannya supaya kita ada di gerbong yang sama," tegas Riza dalam pembukaan pelatihan, tiga hari sebelumnya.