RRI - Kebun Gizi Sananrejo Dukung Kesehatan Ibu Hamil

Diterbitkan pada Jumat, 05 Juni 2026

KBRN, Malang : Kebun gizi di RW 07 Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, terus dimanfaatkan sebagai sumber sayuran segar bagi warga sekitar. Pengelolaan dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di bawah koordinasi Sri Setyowati, perwakilan KWT RT 31 RW 07 sekaligus Ketua RW di situ.

 

Sri Setyowati menjelaskan bahwa kebun gizi digarap untuk memastikan warga memiliki akses mudah terhadap sayuran yang sehat dan terjangkau. Warga dipersilakan mengambil hasil kebun, terutama untuk kebutuhan harian, tetapi sebagian tetap dijual untuk menjaga keberlanjutan produksi.

 

“Silakan warga ambil kalau butuh, tapi sebagian tetap kami jual supaya siklus tanamnya bisa diputar. Kalau tidak begitu, kebunnya tidak bisa jalan untuk musim berikutnya,” ujar Gati, sapaan akrabnya, Senin (1/12/2025).

 

Jenis sayuran yang ditanam beragam, mulai dari sawi daging, sawi biasa, brokoli, terong, cabai merah, cabai rawit, hingga kangkung. Masa tanamnya bervariasi antara 40 hari hingga tiga bulan, tergantung jenis tanaman.

 

Kebun gizi ini juga ditujukan untuk mencegah stunting dan mendukung kebutuhan gizi kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan anak-anak. Sri menyebutkan ibu hamil bisa mengambil sayuran kapan saja bila membutuhkan, meski jumlahnya tidak banyak.

 

“Untuk ibu hamil, kalau mau ya silakan ambil. Tapi di sini agak jarang. Yang sering ambil justru anak-anak atau ibu-ibu yang masak untuk keluarga,” jelasnya.

 

Keberadaan kebun gizi RW 07 yang bekerja sama dengan Pemdes Sananrejo dan NGO Pattiro Malang itu, menjadi upaya mandiri warga Sananrejo untuk menjaga kecukupan pangan sehat, sekaligus menggerakkan kemandirian kelompok tani perempuan di tingkat desa.


Artikel yang ditulis oleh William Nathan ini telah tayang di RRI.co.id pada 1 Desember 2025 dengan judul serupa.