Kompas - Reza Rahadian Mengajar Anak SD di Bima, NTB, Kondisi Bangunan Rusak dan Tak Punya Perpus

Diterbitkan pada Senin, 11 Agustus 2025

Reza Rahadian Mengajar Anak SD di Bima, NTB, Kondisi Bangunan Rusak dan Tak Punya Perpus

KOMPAS.com - Bukan sedang berakting, aktor Reza Rahadian mengajar anak-anak di SDN Inpres Bala di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara (NTB) Barat pada 7 Agustus 2025 lalu. Terdapat dua rombongan belajar, kelas 3 dan 4. Mereka berbagi tempat dalam satu ruang kelas yang sama lantaran hanya ruangan itu saja yang masih dapat digunakan.

"Sekolah ini sudah mengajukan perbaikan, di tahun ajaran Kepala Sekolah yang sekarang menjabat, sudah empat kali," ucap Reza sambil memperlihatkan kondisi ruang kelas yang tidak terpakai, dikutip dari video di akun Instagram @officialpilarez, Senin (11/8/2025). Tampak atap di ruang kelas tersebut sudah rapuh sehingga kayunya berjatuhan ke lantai dan tidak aman untuk dipakai.

Kondisi SDN Inpres Bala, Bima, NTB memprihatinkan "Sebagian retak dikarenakan gempa yang pernah terjadi," ujar Reza.  Ia menuju ruang kelas lainnya yang tidak terpakai. Total ada dua ruang kelas saja di SDN Inpres Bala, Bima, NTB. Plafon di ruang kelas tersebut rombeng dan kini dijadikan gudang untuk menaruh buku-buku. Bintang film Habibie & Ainun ini menuturkan sekolah tersebut belum mempunya perpustakan, dalam ukuran kecil sekalipun. "Mudah-mudahan Pak Bupati bisa mengalokasikan anggaran yang memang saya rasa harusnya ada untuk perbaikan infrastruktur sekolah dan mudah-mudahan dua ruang kelas ini bisa segera diperbaiki. Sekolah ini juga bisa dilengkapi dengan sanitasi yang lebih layak. Ada tiga toilet yang tidak bisa dipakai," tutur Reza.

Reza Rahadian ajarkan berhitung Kegiatan Reza ini diinisiasi oleh organisasi non-pemerintah YAPPIKA-ActionAid. Reza merupakan goodwill ambassador di organsiasi yang telah berkiprah sejak 1991 itu. Reza mengajarkan materi berhitung kepada sekitar 12 murid kelas 3 bak guru sungguhan. "Coba ya kita berhitung dulu. Nanti ditulis di sini angka-angkanya berapa. Satu-satu maju berhitung. Boleh?" kata Reza berdiri di depan papan tulis sambil memegang spidol. Ia lalu menuliskan soal penjumlahan.

Di saat yang bersamaan terdengar ibu guru sedang mengajarkan murid kelas 4 materi berbeda di sisi belakang kelas yang duduk berlawanan arah. Reza bertanya ke murid-muridnya adakah yang mau maju untuk menyelesaikan soal "225 + 31" tetapi sampai ia tunjuk pun belum ada yang berani. Akhirnya Reza mengajak mereka menghitungnya bersama-sama dengan cara penjumlahan bersusun. "Lima ditambah satu?" tanya Reza yang dijawab enam oleh anak-anak itu. Sementara itu sayup-sayup kegiatan belajar murid kelas 4 bersautan mengiringi proses belajar.

Setelah mengajar, Reza bertemu Kepala Dinas Pendidikan dan Asisten I setempat. "Saya kalau lihat kondisi di lapangan cukup kaget," kata Reza saat dialog, sebagaimana tersiar di akun @yappikaactionaid. Reza menyuarakan kembali harapan agar sekolah tersebut mendapat perbaikan apalagi sudah berkali-kali memintanya.

"Mudah-mudahan bapak-bapak yang punya kebijakan bisa ditangani," ucap Reza. Berdasarkan keterangan di akun Instagram tersebut, rembuk ini juga turut dihadiri oleh komunitas sekolah dan perwakilan guru dari delapan SD dampingan YAPPIKA-ActionAid.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Reza Rahadian Mengajar Anak SD di Bima, NTB, Kondisi Bangunan Rusak dan Tak Punya Perpus", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/edu/read/2025/08/11/103847671/reza-rahadian-mengajar-anak-sd-di-bima-ntb-kondisi-bangunan-rusak-dan-tak?page=all.

Tag :