Diterbitkan pada | Jumat, 06 September 2024

Tanggal 17 Agustus 2024 menjadi hari yang istimewa di Creative Hall, MBloc Space, Jakarta Selatan. Di sana, Gembira Fest 2024 digelar bukan hanya sekadar untuk merayakan kemerdekaan, tetapi juga sebagai perjumpaan kreatif dan kritis yang menggambarkan semangat generasi muda dalam merayakan dan merefleksikan kebebasan sipil di Indonesia.
Festival ini adalah salah satu kegiatan utama dari Program 'Memperkuat Perlindungan Ruang Sipil dan Peran Masyarakat Sipil dalam Kepemimpinan Indonesia Baru' (PRINSIP Indonesia), sebuah inisiatif yang dikembangkan oleh Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB). Program PRINSIP Indonesia merupakan pengembangan kerja utama KKB untuk membangun jaringan masyarakat sipil lintas isu dan generasi yang terhubung secara efektif dalam mencapai tujuan bersama. Secara khusus, Gembira Fest dikoordinasikan oleh PSHK (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan) dan berkolaborasi dengan sepuluh komunitas dan organisasi yang tergabung dalam program PRINSIP Indonesia, yaitu Blok Politik Pelajar, Lab Demokrasi, Social Justice Indonesia, Indonesia Education Watch, Rumah Tunanetra Indonesia, Lingkar Studi Feminis, Pojok Literasi Bogor, Yayasan Rumah Jahe, Bekasi Ambil Peran, dan Pemoeda.idn.

Sejak pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB, pengunjung disuguhkan dengan serangkaian acara yang bervariasi, mulai dari pemutaran film, penampilan seni, hingga musik dan pertunjukan lainnya. Di panggung utama Creative Hall, penampilan seperti stand-up comedy oleh Muhadkly Acho, penampilan musik oleh Sudut Jentera dan Efek Rumah Kaca, serta pembacaan puisi oleh Peri Sandi Huizche, akan menyemarakkan suasana. Tak kalah menarik, film "13 September" yang diputar oleh Besi Berani menjadi salah satu sesi yang menarik dari festival ini. Selain itu, di lantai mezzanine Creative Hall, pengunjung dapat mengunjungi booth-booth yang disediakan oleh sepuluh komunitas dan organisasi dalam program PRINSIP Indonesia.
Gembira Fest menyediakan wadah bagi orang muda dan masyarakat umum untuk berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai makna kemerdekaan. Festival ini bertujuan memperkuat ruang sipil yang aman dan berkembang, serta membangun jaringan masyarakat sipil yang terhubung lintas isu dan generasi melalui berbagai bentuk ekspresi kreatif

Dalam kesempatan ini, Fatih dari Pemoeda.idn menyampaikan pada perwakilan YAPPIKA soal pentingnya inovasi dan kreativitas dalam mendekatkan suara generasi muda dengan harapan bahwa kontribusi mereka dapat memperkaya perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-79.

Dengan beragam acara dan kesempatan untuk berkolaborasi, Gembira Fest 2024 tidak hanya mengajak untuk merefleksikan lagi arti kemerdekaan, tetapi juga merangkul semangat kebebasan sipil, menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang yang lebih inklusif dan bermakna bagi semua.
Penulis: Ajeng Larasati
Foto oleh tim Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK)