Kondisi Sekolah di Bima Mendesak, Reza Rahadian Ajak Pemda Bergerak

Diterbitkan pada | Jumat, 08 Agustus 2025


Kondisi Sekolah di Bima Mendesak, Reza Rahadian Ajak Pemda Bergerak

Bima, 7 Agustus 2025 — Aktor nasional dan Goodwill Ambassador YAPPIKA-ActionAid, Reza Rahadian, melakukan kunjungan ke Kabupaten Bima bersama YAPPIKA-ActionAid dan YayasanYISA untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dasar.

Kunjungan diawali dengan Reza mengajar di SD Inpres Bala, sekolah dengan kondisi infrastruktur yang rusak dan fasilitas yang terbatas. Di satu ruang kelas yang terbagi untuk kelas III dan IV, ia berinteraksi langsung dengan siswa-siswi yang masih menghadapi tantangan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung. “Ketika anak diminta fokus ke depan, yang sini (kelas lain) juga ikut,” ujarnya saat ditanya pengalaman mengajar Matematika bagi kelas III sambil bersaut-sautan dengan suara guru kelas IV yang mengajar Bahasa Indonesia.

Reza kemudian berdiskusi dengan guru-guru di SD Inpres Ntoke yang mengungkap berbagai kendala, mulai dari kurangnya pelatihan hingga adaptasi kurikulum yang kian berganti. Ia juga mendengarkan cerita para orang tua tentang rendahnya kehadiran siswa yang dipengaruhi oleh siswa yang pergi ke ladang saat musim tanam dan akses ke sekolah yang rawan banjir saat hujan.

Puncak kunjungan berlangsung di Kantor Bupati Kabupaten Bima dalam format dialog terbuka yang menghadirkan perwakilan guru, orang tua, komunitas sekolah, serta Pemerintah Kabupaten Bima yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dan Asisten I Setda. Reza memberi kesempatan kepada guru untuk menyampaikan situasi pendidikan di Bima dan mendorong strategi pemerintah daerah untuk membenahi infrastruktur sekolah dan meningkatkan kemampuan literasi siswa.

Zainuddin selaku Kadis Dikbudpora Bima menjawab kekhawatiran para guru terkait kesejahteraan hidup dan bayang-bayang mutasi. “Negara tetap hadir karena ini lagi diusahakan, lagi diproses. Mohon bersabar bapak ibu sekalian,” tegasnya.

Dialog ini menghasilkan sebuah Komitmen Bersama yang ditandatangani oleh perwakilan pemerintah daerah, YAPPIKA-ActionAid, dan Yayasan YISA. Isi komitmen mencakup :

  • Menyusun peta jalan (roadmap) perbaikan sekolah dasar di Kabupaten Bima
  • Meningkatkan literasi dan numerasi dengan membangun ekosistem peningkatan kualitas guru
  • Meningkatkan kehadiran siswa di sekolah dasar
  • Perbaikan di SD Inpres Bala dan SDN Teh
  • Tidak ada pemindahan guru atas afiliasi politik

Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam mendorong kebijakan pendidikan yang berpihak pada anak dan berbasis suara warga. “Inilah kolaborasi di mana pihak-pihak di luar pemerintah itu berjibaku, bekerja sama untuk bisa memantau dan melihat sekolah-sekolah yang rusak,” tutup Reza.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sejak 2016, YAPPIKA-ActionAid telah melakukan advokasi dan kampanye mengenai Sekolah Aman di Indonesia, baik di tingkat nasional melalui dialog dengan pemerintah pusat maupun di daerah. Secara khusus, YAPPIKA-ActionAid telah bekerja di sejumlah kabupaten, yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Sambas. Kini, YAPPIKA-ActionAid bekerja bersama Yayasan YISA selaku mitra lokal untuk mendampingi masing-masing empat sekolah di Kecamatan Wera dan Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Narahubung :  
Hanna Maureen Losia 
Digital Fundraising and Communication Officer YAPPIKA-ActionAid 
hanna.losia@yappika-actionaid.or.id
081288122128