Diterbitkan pada | Kamis, 30 Juni 2022

Namanya Martinah, salah satu penggerak komunitas di SDN
Bugel Kabupaten Serang. Bu Mar sapaanya, merupakan seorang nenek
dari siswa kelas 2 yang bersekolah di SDN Bugel Usianya telah lebih dari setengah abad. Namun kegigihannya untuk
bermanfaat bagi masyarakat tak diragukan lagi.
Tahun 2016 saat YAPPIKA-ActionAid mendukung PATTIRO Banten pertama kali melakukan pendampingan di SDN
Bugel, Bu Mar belum terlalu terlibat aktif dalam komunitas sekolah SDN Bugel. Kini, Bu mar menjadi sosok yang sangat dirindukan dan
didengar suaranya. Mengingat beliau merupakan sosok yang aktif dan enerjik.
Selain aktif di komunitas sekolah, Bu Mar aktif dalam pengajian ibu-ibu di kampungnya. Bu Mar
merupakan sosok yang hangat dan
gigih. Salah satu bentuk kegigihan Bu Mar adalah pada saat YAPPIKA-ActionAid dan PATTIRO Banten atas dukungan
dari Penny Appeal bersama Komunitas Sekolah SDN Bugel menginisiasi kelompok perempuan untuk usaha ekonomi kecil tahun 2021, awalnya kelompok Bu Mar yang diberi nama “Dapur Bunda” beranggotakan 7 orang dari
komunitas sekolah dan orang tua siswa SDN Bugel, Kabupaten Serang. Namun karena
alasan kesibukan atau alasan keluarga masing-masing ada yang mengundurkan diri. Beliau yang paling lantang untuk menyatakan lanjut,
seberapapun orang dalam kelompoknya. Hal ini dibuktikan dengan keaktifan dan semangat belajar yang tak padam
dari 3 orang anggotanya yang tersisa.
“Saya siap lanjut dan tetap
memberi semangat bagi anggota yang tersisa, berapapun
orang-orangnya”, demikian disampaikan pada saat diskusi dengan Tim Program
Sekolah Aman beberapa waktu lalu.
Bu Mar menyebut bahwa perjalanan bersama komunitas sekolah SDN Bugel dan saat ini ada kelompok
usaha ini sudah panjang maka tidak boleh berhenti. “Kita
sudah sejauh ini jangan sampai harus terhenti”, tegasnya.
Bu Martinah bersama dengan
kelompok “Dapur Bunda” memproduksi keripik tempe dan keripik usus sebagai produks utama. Karena tempe dan usus menjadi olahan pangan yang
telah dikuasai oleh anggota kelompok, yang bernilai gizi tinggi, serta dapat dinikmati oleh semua orang. “Bernilai gizi tinggi, dan anggota banyak yang
menguasai produksinya” ungkapnya.
“Kelompok ini sejak Desember (2021), sudah ada
keuntungan walau pernah juga rugi karena harga minyak goreng naik” demikian
disampaikannya sambil tersenyum.
Dalam pengembangan ekonomi komunitas sekolah ini,
YAPPIKA-ActionAid melalui Program Sekolah Aman, telah menyalurkan dana stimulan
ke kelompoknya Bu Martinah sebanyak empat juta rupiah. Dana ini telah dibelikan
peralatan dan bahan baku. Proses produksi dilakukan setiap pekan sekali. Pada
setiap produksi menghasilkan keuntungan 50% dari Harga Pokok Produksi (HPP).
Hasil dari pembagian keuntungan setelah dikurangi kas kelompok oleh Bu Mar digunakan
untuk memberikan jajan cucunya yang
diasuhnya dan
jika ada kelebihan selalu disedekahkan di kelompok pengajiannya, demikian dituturkan Bu Mar di sela-sela kegiatan
produksi.