Diterbitkan pada | Senin, 24 Mei 2021
Latar
belakang
Nigeria dan
Aljazair, dalam perannya sebagai Ketua Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan
Ketua Kelompok Arab di New York, telah meminta pertemuan Majelis Umum PBB untuk
membahas tentang situasi di Palestina. Pembahasan akan berlangsung pada hari Kamis,
20 Mei 2021, pukul 10.00 waktu New York.
Surat terbuka
ActionAid untuk Kementerian Luar Negeri pada pertemuan Sidang Majelis Umum PBB
ke-67 tentang Palestina, Kamis 20 Mei.
Jakarta, 19 Mei 2021
Yth Bapak/Ibu
YAPPIKA-ActionAid mengutuk pendudukan Israel atas
Palestina dan agresinya yang kejam dan berkelanjutan terhadap rakyat Palestina
serta penghancuran tempat tinggal dan infrastruktur, baik sekolah, taman
kanak-kanak, balai pelatihan, rumah sakit dan pusat kesehatan dasar, fasilitas
respons COVID-19, air, desalinasi dan jaringan serta pembangkit listrik. Amnesty
International baru-baru ini diminta untuk menyelidiki serangan-serangan ini
sebagai kejahatan perang. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OCHCR)
menemukan tuduhan kuat atas kejahatan perang yang dilakukan dalam perang Gaza
sebelumnya.
OHCHR menyatakan bahwa sejak 10 Mei 2021, 213 warga
Palestina, termasuk 62 anak-anak, 35 wanita, tiga di antaranya hamil, dan 116
pria, telah terbunuh di Gaza. Serangan itu juga telah mengakibatkan 72.000
warga Palestina mengungsi, termasuk 47.000 orang terpaksa mencari perlindungan
di 58 sekolah-sekolah pusat bantuan PBB bagi pengungsi Palestina di Asia Barat
Daya (UNRWA) di seluruh Gaza. Kami sangat prihatin bahwa Israel, sekali
lagi, melanggar kewajiban hukumnya sebagai kekuatan pendudukan di bawah hukum
internasional, dengan pemboman infrastruktur esensial, yang telah menyebabkan
rakyat Palestina kehilangan akses ke layanan dasar yang sudah dirusak setelah bertahun-tahun
blokade ilegal diberlakukan pada penduduk Gaza.
Serangan militer dimulai di Yerusalem Timur dengan
penggusuran paksa empat keluarga Palestina dari rumah mereka di Sheikh Jarrah
dan telah merebut semua wilayah Palestina yang diduduki. Kami mendukung
inisiatif Majelis Umum PBB untuk melakukan pembahasan pada Kamis 20 Mei mengenai
"Pertanyaan tentang Palestina" (pokok agenda 37) dan "Situasi di
Timur Tengah" (pokok agenda 38) yang telah diambil setelah Amerika Serikat
berulang kali menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB terhadap resolusi
tentang situasi di Palestina.
Sebagai perwakilan kami, kami meminta Anda untuk
berpartisipasi aktif dalam pembahasan dan mengusulkan Majelis Umum PBB agar
meloloskan resolusi yang meminta Pemerintah Israel untuk:
·
Segera memberlakukan gencatan
senjata, menghentikan penargetan warga sipil dan kebijakan blokade Israel di
Gaza.
·
Segara menjamin pergerakan yang
aman dan tak terkekang bagi tenaga kemanusiaan dan medis untuk melakukan
intervensi penyelamatan yang cepat. Akses yang aman pada dasarnya diperlukan
untuk mendukung orang-orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan dan dukungan
medis, karena sektor kesehatan Gaza sangat mendesak untuk dibantu.
·
Pemberhentian semua penggusuran
ilegal, termasuk yang terjadu di Syekh Jarrah dan bagian lain di Tepi Barat
yang diduduki.
Israel belum mematuhi lebih dari 40 resolusi Dewan
Keamanan PBB, dan dengan lebih dari 100 resolusi Majelis Umum, oleh karena itu
kami meminta Anda untuk menggunakan semua saluran diplomatik bilateral untuk mendesak
Israel menghentikan serangan militernya.
Israel harus mengakhiri perang melawan rakyat
Palestina, menghentikan pemboman infrastruktur dan mencabut blokade ilegal di Gaza
serta mengakhiri kebijakan diskriminatif rasialnya. Sebagai kekuatan pendudukan,
Israel harus mematuhi kewajiban hukumnya dan harus bertanggung jawab atas
pelanggaran yang dilakukan saat ini dan masa lalu, sebagai warga negara Indonesia
kami meminta Anda untuk mewakili kami dengan menggunakan suara Anda pada sidang
Majelis Umum PBB ke-67 untuk menuntut hal yang sama.
Salam hormat,
Fransiska Fitri
Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid