A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mysqli::real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:100337 Library:30120

Filename: mysqli/mysqli_driver.php

Line Number: 203

Backtrace:

File: /home/yappikaa/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 20
Function: __construct

File: /home/yappikaa/public_html/application/controllers/Router.php
Line: 17
Function: __construct

File: /home/yappikaa/public_html/index.php
Line: 322
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mysqli::real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:100337 Library:30120

Filename: mysqli/mysqli_driver.php

Line Number: 203

Backtrace:

File: /home/yappikaa/public_html/application/third_party/ion_auth/models/Ion_auth_model.php
Line: 186
Function: database

File: /home/yappikaa/public_html/application/third_party/ion_auth/libraries/Ion_auth.php
Line: 71
Function: model

File: /home/yappikaa/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 24
Function: library

File: /home/yappikaa/public_html/application/controllers/Router.php
Line: 17
Function: __construct

File: /home/yappikaa/public_html/index.php
Line: 322
Function: require_once

Yappika Actionaid

Kolaborasi untuk Mendorong Kepemimpinan Perempuan dalam Penanggulangan Bencana

Diterbitkan pada | Kamis, 19 Januari 2023


Fransisca Fitri (Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid) menyerahkan paket publikasi Aksi Kemanusiaan dan Ketangguhan kepada  Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E  (Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Dalam Rumah Tangga dan Rentan)

YAPPIKA-ActionAid berdiskusi tentang kerjasama mendorong kepemimpinan perempuan dalam penanggulangan bencana bersama dengan Kedeputian Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  pada 12 Januari 2023. Tim  YAPPIKA-ActionAid disambut oleh  Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E selaku Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Dalam Rumah Tangga dan Rentan. Dalam pertemuan ini Fransisca Fitri, selaku Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid memperkenalkan tentang empat program prioritas yang dilakukan YAPPIKA-ActionAid yaitu Pelayanan Publik Inklusif dan Responsif Gender, Penguatan Kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), Penguatan Arena Masyarakat Sipil, dan Aksi Kemanusiaan dan Ketangguhan terhadap Bencana.

Fransisca Fitri menjelaskan, "YAPPIKA-ActionAid ingin mendorong kepemimpinan perempuan dalam isu kebencanaan dan perubahan iklim. Penting memberi kesadaran semua pihak akan pentingnya mitigasi bencana, bahwa kita di Indonesia berada di jalur Ring of Fire (daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi), jangan sampai banyak korban nyawa dan investasi besar hancur misalnya ratusan juta karena bencana beberapa detik". 

Dalam situasi bencana terutama 72 jam pertama kerentanan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan meningkat. Tak hanya kekerasan seksual dan kekerasan psikologis, pascabencana anak perempuan akan rentan tidak dapat melanjutkan pendidikan hingga menjadi korban perkawinan anak.  Peran perempuan dalam penanggulangan bencana sering tak terlihat padahal perempuan merupakan pihak pertama yang merespons bencana misalnya menyelamatkan dan merawat anggota keluarga yang menjadi penyintas bencana. Dalam situasi bencana seringkali kebutuhan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak terabaikan misalnya kebutuhan atas air bersih, penerangan, hingga ruang aman dan kebutuhan atas kemartabatan.  

Indira Hapsari selaku Koordinator Program  Prioritas Aksi Kemanusiaan dan Ketangguhan terhadap Bencana YAPPIKA-ActionAid menyatakan, ‚Äúpembelajaran saat respons kebencanaan YAPPIKA-ActionAid di Pasigala, Sulawesi Tengah pada 2018 menunjukan perempuan mampu mengindentifikasi kelompok rentan seperti anak, lansia, hingga disabilitas. Terkadang data pilah jenis kelamin di desa tidak tersedia. Peran perempuan saat situasi bencana saat itu misalnya mereka dapat mengenali kelompok rentan dan tahu kebutuhan kaum rentan tersebut. Seringkali respons kebencanaan dianggap sangat maskulin padahal perempuan dapat  terlibat dalam proses distribusi bantuan misalnya mengindentifikasi kebutuhan kelompok rentan dan memastikan agar distribusi lebih merata dan inklusif".

Kerja sama antara YAPPIKA-ActionAid dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diharapkan dapat menerapkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dengan isu kebencanaan dan perubahan iklim yang melibatkan perempuan sebagai pemimpin di komunitasnya sesuai dengan Permen PPPA No. 13 Tahun 2020 tentang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Dari Kekerasan Berbasis Gender Dalam Bencana. YAPPIKA-ActionAid percaya dengan melibatkan perempuan sebagai pemimpin di komunitasnya maka wilayah mereka yang terkena bencana akan pulih lebih cepat. Tak hanya mendorong kepemimpinan perempuan dalam penanggulangan bencana, YAPPIKA-ActionAid juga melibatkan laki-laki untuk mendukung kepemimpinan perempuan dan anak muda melalui perlindungan berbasis komunitas.  













.