Diterbitkan pada | Kamis, 03 Juli 2025
Perpustakaan Baru di SDN Manefu, Langkah Kecil Menuju
Mimpi Besar
Hari Selasa, 26 Juni
2025 menjadi hari yang membahagiakan di SDN Manefu, Desa Baumata Timur,
Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Suasana hangat dan penuh semangat terasa
saat satu unit perpustakaan dan ruang kepala sekolah diresmikan. Sebuah momen
penting bagi sekolah dan masyarakat sekitar, yang selama ini memimpikan ruang
baca untuk anak-anak mereka.
Inisiatif ini lahir dari kerja sama antara YAPPIKA-ActionAid dan Bengkel APPeK dengan dukungan dari Sciencewerk. Namun, yang paling membanggakan adalah bagaimana proses pembangunannya dilakukan secara swakelola, dengan semangat gotong royong yang begitu kuat. Orang tua murid tak hanya mendukung, tapi ikut bergerak langsung. Ada yang menyumbang batako, ada yang membuat alas taman baca. Semua ini muncul dari rasa memiliki yang tumbuh alami di tengah komunitas.
.jpg)
“Perpustakaan ini
bukan hanya bangunan fisik,” ucap Marlina Kadir, Kepala SDN Manefu. “Tapi
menjadi ruang-ruangan harapan bagi anak-anak Baumata Timur dalam menggapai
mimpi-mimpi mereka.” Kini, anak-anak memiliki tempat yang aman dan nyaman untuk
membaca buku dan bermain di kala istirahat maupun lepas pulang sekolah.
Dalam sambutannya, Sri
Indiyastutik, Direktur Fundraising YAPPIKA-ActionAid, menyampaikan pesan hangat
bagi para siswa. Ia mengajak anak-anak untuk tidak melewatkan kesempatan emas
ini.
“Buat adik-adik semua,
karena sekarang perpustakaannya sudah bagus, harus berlomba-lomba untuk
berlama-lama di ruang perpustakaan setelah jam belajar supaya ilmunya semakin
bertambah. Walaupun ada internet, tapi buku tidak akan pernah tergantikan,”
ujarnya.
Semangat dan
kebanggaan tidak hanya datang dari siswa dan guru, tapi juga dari masyarakat
yang menyaksikan transformasi ini dengan mata kepala sendiri. Mereka tahu, ini
bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan titik awal perubahan.
Di tengah semua semangat itu, terselip sebuah pengingat penting bahwa gerakan membaca tidak bisa tumbuh sendiri. Anak-anak akan mencintai buku jika orang dewasa juga ikut mencontohkannya. Membaca bukan sekadar aktivitas belajar, melainkan budaya yang perlu dirawat bersama.
.jpg)
“Semoga jejak dari
perubahan itu bisa terus berlanjut di SDN Manefu untuk perbaikan kualitas atau
mutu pendidikan yang merupakan hak bagi anak-anak,” tutup Sri Indiyastutik.
Hari itu, SDN Manefu bukan hanya meresmikan sebuah bangunan. Mereka membuka halaman baru menuju masa depan yang lebih cerah. Dari ruang perpustakaan sederhana, lewat satu buku, oleh satu anak, pada satu waktu akan terawat satu harapan besar.