Pertemuan Mitra Program Promoting Civil Society-led Initiatives for Inclusive and Quality Education in Indonesia (Pro-InQluEd)

YAPPIKA-ActionAid melaksanakan pertemuan mitra program Promoting Civil Society-led Initiatives for Inclusive and Quality Education in Indonesia (Pro-InQluEd) di Bali pada 29 November - 1 Desember 2021. Pertemuan ini dilaksanakan untuk mendiskusikan keberlanjutan pasca program berdasarkan hasil capaian dan pembelajaran yang diraih program selama 3,5 tahun program Pro-InQluEd berjalan. Mitra YAPPIKA-ActionAid dalam program ini adalah Lembaga GEMAWAN di Kabupaten Sambas, Perkumpulan SOLUD di Kabupaten Bima, dan Yayasan Bahtera di Kabupaten Sumba Barat. Pertemuan ini tak hanya dihadiri oleh mitra tapi juga perwakilan komunitas yang menjadi penerima manfaat program ini.

Program Pro-InQluEd bertujuan untuk mempromosikan tata kelola dan akuntabilitas yang baik di sektor pendidikan di Indonesia, sejalan dengan pencapaian indikator #4 dari Sustainable Development Goals (SDGs) melalui keterlibatan masyarakat sipil yang aktif dalam proses pembangunan publik.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini diawali dengan pembukaan oleh Fransisca Fitri, Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid. Kemudian dilanjutkan dengan merayakan capaian program dengan mengidentifikasi capaian program di level jejaring organisasi masyarakat sipil, komunitas sekolah, kebijakan dan komitmen oleh pemerintah daerah, hingga managemen program.
Tak berhenti diperayaan, kegiatan dilanjutkan dengan temuan-temuan oleh auditor dan evaluator independen hingga dapat merangkai pembelajaran dan keberlanjutan program dengan bersama-sama melakukan identifikasi tantangan, aset sebagai modal keberlanjutan, agenda bersama yang dapat dilanjutkan dan diakhiri dengan catatan akhir program sebagai penutup.



Tag :